hegemoni

hegemoni

hegemoni pada awalnya merujuk pada dominasi (kepemimpinan) suatu negara-kota Yunani terhadap negara-kota lain dan berkembang menjadi dominasi negara terhadap negara lain
Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara (pemerintah).
Kata hegeisthai (Yunani) merupakan akar kata dari hegemoni, yang mempunyai pengertian memimpin, kepemimpinan, kekuasaan yang melebihi kekuasan yang lain.
Hegemoni dikembangkan oleh filsuf Marxis Italia Antonio Gramsci (1891-1937).

Hegemoni bisa didefinisikan sebagai: dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar (common sense)dan tidak mengekang pikiran

Secara umum, hegemoni adalah sebagai suatu dominasi kekuasaan suatu kelas sosial atas kelas sosial lainnya, melalui kepemimpinan intelektual dan moral yang dibantu dengan dominasi atau penindasan.

contoh

Salah satu tindakan bermusuhan Barat terhadap Iran adalah menuduh Republik Islam melakukan pelanggaran HAM dengan bermacam alasan. Sebenarnya, Barat ingin menjustifikasi kebijakan hegemoniknya dan memberi legitimasi atas aksi-aksi arogannya di lembaga-lembaga internasional. Manuver terbaru Barat adalah mengajukan draf resolusi oleh pemerintah Kanada di Sidang Majelis Umum PBB pada 27 November lalu. Komisi Tiga Majelis Umum dalam sidangnya meloloskan resolusi anti-Iran itu.

referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Hegemoni
  2. http://synaps.wordpress.com/2005/12/01/pengantar-hegemoni/
  3. http://pusatbahasaalazhar.wordpress.com/pesona-puisi/teori-hegemoni/
  4. http://indonesian.irib.ir/sosialita/-/asset_publisher/QqB7/content/isu-ham-alat-kepentingan-hegemoni-barat

semoga berguna 🙂

Teori Penentuan Agenda ( Agenda Setting Theory )

agendasettingtheory

teori ini menyatakan bahwa media massa  merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa. Dua asumsi dasar yang paling mendasari penelitian tentang penentuan agenda adalah:

  • masyarakat pers dan mass media tidak mencerminkan kenyataan; mereka menyaring dan membentuk isu;
  • konsentrasi media massa hanya pada beberapa masalah masyarakat untuk ditayangkan sebagai isu-isu yang lebih penting daripada isu-isu lain

contoh agenda setting theory di indonesia

  • kasus century
  • kasus cicak buaya
  • kasus briptu norman dari polisi menjadi artis
  • kasus jokowi dan peran media dalam menjadi gubernur jakarta

referensi

  1. http://www.123rf.com/photo_17397870_abstract-word-cloud-for-agenda-setting-theory-with-related-tags-and-terms.html
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_Penentuan_Agenda

Teori pelanggaran harapan ( expetacy violations theory evt ) oleh judee burgoon

pelanggaran harapan

Teori pelanggaran harapan adalah sebuah teori dimana teori ini menekankan pada   harapan seseorang terhadap jarak dan perilaku non-verbal orang lain pada kegiatan komunikasi

gampangnya jika expectasi kita / harapan kita dilanggar oleh orang lain maka terjadi pelanggaran harapan 😀

Asumsi pada teori ini

  1. Harapan mendorong terjadinya interaksi antar manusia. (Sebelum seseorang melakukan interaksi dengan orang lain, seseorang memiliki harapan interaksional yang mencakup keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh komunikator sebelum ia memasuki sebuah percakapan)
  2. Harapan terhadap perilaku manusia dipelajari. (Perilaku manusia dipelajari dari budaya perilaku dan dari individu yang menganut perilaku tersebut.)
  3. Orang membuat prediksi mengenai perilaku nonverbal. (Ketika seseorang berhadapan dengan orang lain, sebenarnya seseorang mampu untuk membuat prediksi perilaku non-verbal yang muncul dari orang tersebut.)

Macam – macam jarak

  • Jarak intim jarak spasial yang berkisar antar a 0 cm – 46 cm ,jarak ini sering digunakan untuk bersentuhan atau kegiatan intim lainnya
  • Jarak personal jarak spasial yang berkisar antar a 46 cm -1,2 m ,jarak ini sering digunakan untuk keluarga dan teman – teman
  • Jarak sosial jarak spasial yang berkisar antar a  1,2 m -3,6 m ,jarak ini sering digunakan untuk latar social yang kasual missal pesta ulang tahun,karnaval dsb
  • Jarak public jarak spasial yang berkisar antar a  3,6 m keatas,jarak  terdekat ini ini sering digunakan untuk diskusi formal ,pertunjukan ,konser dsb

Rangsangan

Borgoon juga merasa bahwa penyimpangan harapan memiliki konsekuensi. Maksudnya ketika harapan seseorang dilanggar, minat atau perhatian orang tersebut akan dirangsang sehingga ia akan menggunakan mekanisme tertentu untuk menghadapi pelanggaran yang terjadi.

Rangsangan (arousal) yaitu minat atau perhatian yang meningkat ketika penyimpangan harapan terjadi. Seseorang dapat terangsang secara :

  • Rangsangan Kognitif (kognitif arousal) adalah kesiagaan atau orientasi terhadap pelanggaran. Ketika kita terangsang secara kognitif, indera intuitif kita meningkat.
  • Rangsangan Fisik (physical arousal) merupakan perubahan dalam tubuh sebagai akibat dari penyimpangan harapan.

 Batas ancaman

Begitu rangsangan timbul, ancaman akan muncul. Batas ancaman didefinisikan sebagai jarak dimana orang yang berinteraksi mengalami ketidaknyamanan fisik dan fisiologis dengan kehadiran orang lain. Atau toleransi bagi pelanggaran jarak. Ketika harapan dilanggar, banyak orang mengevaluasi pelanggaran tersebut berdasarkan sebuah valensi. Valensi Pelanggaran (violation valence) merujuk pada penilaian positif atau negatif dari sebuah perilaku yang tidak terduga, dan berfokus pada penyimpangan itu sendiri.

Valensi  penghargaan komunikator

Menurut Burgoon, Deborah Coker dan Ray Coker, bahwa orang memiliki potensi baik karakteristik positif maupun negatif dalam sebuah interaksi.Hal ini disebut dengan Valensi Penghargaan Komunikator (Communicator Reward Valence)

Valensi pelanggaran

Ketika harapan nonverbal kita dilanggar oleh orang lain, kita kemudian melakukan penafsiran sekaligus menilai apakah pelanggaran tersebut positif atau negatif. Penafsiran dan evaluasi kita tentang perilaku pelanggaran harapan non verbal itu disebut Violation Valence atau Valensi Pelanggaran

Kewilayahan

Kewilayahan merupakan konsep yang penting untuk dibahas dalam teori pelanggaran harapan. Kewilayahan adalah kepemilikian seseorang terhadap suatu area atau benda.

Jenis – jenis wilayah

  1. Wilayah primer  :merupakan wilayah eksklusif seseorang dan ditandai dengan nama yang terpasang pada benda tersebut untuk menunjukkan identitas kepemilikannya misal motor dengan stnk,rumah dengan sertifikatnya dsb
  2.  Wilayah sekunder merupakan hubungan seseorang dengan sebuah area atau benda misal kelas,
  3. Wilayah publik merupakan tempat-tempat terbuka untuk semua orang dan tidak termasuk hubungan personal di dalamnya, seperti taman, gunung, dan pantai.

referensi

Komunikasi Bisnis ( feedback dan konflik )

Definisi komunikasi

efektif feedback adalah

dampaknya

apa itu konflik

definisi paradoks

kata ini sering saya dengar puncak nya ketika saya membaca buku pengantar teori komunikasi karangan Richard West dan Lynn H turner, saya bergegas untuk memahami nya lebih lanjut, karena saya yakin apa yang dipelajari dengan lebih dalam akan membuat kita menjadi profesional 😀 aminn

ya paradoks dalam arti gampangnya adalah kebenaran yang saling berkontradiksi /bertentangan itu menurut saya yang paling mudah

tapi menurut definisi yang njlimet paradoks adalah suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis (apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan; asumsi;  kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika), yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi.

contoh paradoks

  • ada seorang jawa yang berteriak-teriak di tengah orang banyak bahwa semua orang jawa adalah pembohong.
    Maka, apakah ia, yang juga orang jawa , adalah pembohong? Kalau begitu, pernyataannya pun bohong. Jadi, tidak semua orang jawa pembohong. Tapi kalau begitu, bisa jadi ia termasuk yang bukan pembohong, maka pernyataannya bisa-bisa benar bahwa semua orang jawa pembohong, jadi ia mungkin saja pembohong, dan seterusnya.
  •  Paradoks Pinokio
    pinokio si manusia kayu yg hidungnya bisa memanjang jika dia berbohong. Sebenarnya si pinokio ini bisa menimbulkan sebuah paradoks. Suatu ketika si pinokio berkata:
    “Hidungku akan memanjang.”
    pertanyaannya, kata-kata pinokio tersebut bohong atau jujur?
    Jika perkataan pinokio bohong bahwa hidungnya akan memanjang, berarti hidungnya tidak akan memanjang.
    Tapi jika hidungnya tidak memanjang itu artinya pinokio sedang berkata jujur
    sebaliknya jika pinokio jujur mengatakan bahwa hidungnya akan memanjang, artinya hidungnya memang benar akan memanjang. Tapi hidungnya tidak mungkin memanjang jika dia jujur. Berarti pinokio berbohong.

satu lagi contoh biar lebih ngeh 😀

  •  Omnipotence paradox (Paradoks kemaha-kuasaan)
    Omnipotence berasal dari kata bahasa Latin yakni omne yang berarti segalanya/semuanya dan potence yang berarti kemampuan atau kuasa. Paradoks klasik ini dinyatakan sebagai berikut :
    “Dapatkah Tuhan menciptakan batu yang begitu beratnya hingga Dia sendiri tidak dapat mengangkatnya?”
    Ini juga dikenal dengan istilah stone paradox.
    Menurut anda bagaimanakah jawabannya?
    Jika anda menjawab dapat, berarti Tuhan tidak maha-kuasa karena Dia tidak mampu mengangkat batu tersebut.
    Jika anda menjawab tidak dapat, berarti Tuhan tidak maha-kuasa karena Dia tidak mampu menciptakan batu seperti yang dimaksud.
    Bagi orang beragama ini seperti buah simalakama apapun jawabannya Tuhan tetap tidak berkuasa.
    Namun benarkah demikian?
    Jangan-jangan ada yang salah dengan asumsi kita. Coba kita analisa struktur kalimatnya sekali lagi. Jika diterjemahkan ulang akan menjadi:
    “Dapatkah Tuhan berkuasa untuk tidak berkuasa?”
    Kalau bentuk kalimatnya seperti ini sudah pasti kita yg beragama akan langsung menjawab tidak dapat. Kita selalu berasumsi bahwa ‘Tuhan tidak mungkin tidak dapat’, dan ‘Tuhan selalu dapat’ apapun itu. Karena kita berprasangka “Dapat itu selalu positif”.
    Jangan khawatir, sebenarnya banyak hal-hal yang tidak mungkin dapat dilakukan Tuhan di dalam doktrin agama:
    1. Tuhan tidak mungkin dapat berbuat jahat
    2. Tuhan tidak mungkin dapat tidak sempurna
    3. Tuhan tidak mungkin dapat memasukkan orang jahat ke surga
    dan masih banyak lagi, anda dapat menambahkannya sendiri.

referensi

  1. http://luciferain.wordpress.com/2012/08/05/arti-kata-paradoks/
  2. http://faridblog2.blogspot.com/2013/05/contoh-contoh-paradok.html
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Paradoks

semoga berguna 🙂

Media teknologi dan politik dalam sudut pandang dan perspektif kajian ekonomi politik

Studi klasik tentang pers

  1. Memandang pers dari sisi peranannya dalam ideologi politik.
  2. Memandang pers sebagai media penyebar pesan dan informasi untuk tujuan modernisasi (Raillon: 1988 dan Lerner: 1965).
  3. Memandang pers sebagai kekuatan nasionalisme suatu bangsa

Kelemahan kajian klasik pers

  1. Tidak peduli terhadap pers yang mampu menciptakan dan mengakumulasikan modal
  2. Tidak yakin bahwa pers memiliki kekuatan ekonomi politik tanpa perlu menjadi organ politik

Kajian kontenporer tentang pers

  1. Institusi pers adalah institusi ekonomi yang berperan besar dalam proses penciptaan modal dan kapital –uang, teknologi, dan sumber daya manusia.
  2. Institusi pers sebagai salah satu kekuatan ekonomi politik
  3. Institusi pers memperluas fungsi ,bukan sekedar  media penyampaian pesan

Pers berubah menjadi kekuatan yang mandiri

  1. Bukan pula sebagai –hanya– alat atau media komunikasi, melainkan alat kekuatan produksi komunikasi dan informasi yang sarat modal dan teknologi modern.
  2. Bukan hanya instrumen politik untuk menciptakan opini publik, tetapi juga aktor ekonomi politik yang mandiri

Implikasi / dampak pers yang berkembang 
Definisi jurnalisme berubah /berkembang (capital producing jounalism) jurnamisme yang memproduksi modal

UU Pers Nomor 40 tahun 1999 ,terdapat anti pembredelan media , terutama di pasal 4

Pasal 4

  1. Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.
  2. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.
  3. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari,
    memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.
  4. Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

dalam Undang-Undang ini, dengan tegas dijamin adanya kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara (pasal 4). Itulah sebabnya mengapa tidak lagi disinggung perlu tidaknya surat ijin terbit, yaitu terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, dan pelarangan penyiaran sebagaimana tercantum dalam pasal 4 ayat 2.

Ekonomi politik pers adalah  kajian yang memandang institusi pers bahwa dengan Capital Producing Journalism-nya dapat menjadi kekuatan penekan yang (pressure group) yang otonom kebijakan-kebijakan politik.

referensi :

semoga berguna 🙂

teori fenomenologi ( Alfred Schutz )

fenomenologi adalah ilmu yang berorientasi mendapatkan penjelasan tentang realitas yang tampak

Definisi

Fenomenologi tersusun dari kata “phenomenon” yang berarti realitas yang tampak, dan “logos” yang berarti ilmu.
Fenomenologi ialah ilmu pengetahuan tentang apa yang Nampak

Sejarah

Istilah “Fenomenologi” pertama kali digunakan oleh J. H. Lambert (1728 – 1777). Kemudian istilah itu juga digunakan oleh Immanuel Kant, Hegel serta sejumlah filosof lain. Namun semuanya mengartikan istilah fenomenologi secara berbeda. Baru Edmund Gustay Aibercht Husserl biasa di sebut Edmund Husserl adalah seorang filsuf Jerman yang memakai istilah fenomenologi secara khusus dengan menunjukkan metode berpikir secara tepat.

Menurut Husserl, fenomena adalah realitas sendiri yang tampak, tidak ada selubung atau tirai yang memisahkan subyek dengan realitas, karena realitas itu sendiri yang tampak bagi subyek. Dengan pandangan seperti ini, Husserl mencoba mengadakan semacam revolusi dalam filsafat Barat. Hal demikian dikarenakan sejak Descartes, kesadaran selalu dipahami sebagai kesadaran tertutup (cogito tertutup), artinya kesadaran mengenal diri sendiri dan hanya melalui jalan itu dapat mengenal realitas. Sebaliknya Husserl berpendapat bahwa kesadaran terarah pada realitas, dimana kesadaran bersifat “intensional”, yakni realitas yang menampakkan diri.

Ahli teori sosiologi-fenomenologi yang paling menonjol adalah Alfred Schutz, seorang murid Husserl yang berimigrasi ke Amerika Serikat setelah munculnya fascism di Eropa, melanjutkan karirnya sebagai bankir dan guru penggal-waktu (part-time). Dia muncul di bawah pengaruh filsafat pragmatis dan interaksionisme-simbol; barngkali cara terbaik untuk mendekati karyanya adalah melihatnya sebagai bentuk interaksionisme yang lebih sistematik dan tajam. Akan tetapi, dalam karya klasiknya yang berjudul The Phenomenology of the Social World, bagaimanapun, dia tertarik dengan penggabungan pandangan fenomenologi dengan sosiologi melalui suatu kritik sosiologi terhadap karya Weber.

Penjelasan

Tokoh – tokoh

  • Edmund Husserl
  • Alfred Schutz
  • Peter L. Berger

Contoh Teori Fenomenologi

Saat ini sepasang pemuda-pemudi tidak lagi mempunyai rasa malu dalam hal berpacaran. Banyak di jumpai misalkan di taman, mereka tidak malu bermesraan atau bahkan beradegan hal yang tidak senonoh seperti ciuman di tempat umum. Hal itu merupakan suatu fenomena atau suatu realitas yang nampak pada saat ini dan menjadi suatu yang tidak di anggap tabu lagi.

referensi :

  1. http://sinaukomunikasi.wordpress.com/2013/01/21/percakapan-dengan-fenonemologi/
  2. http://yosepriwm.blogspot.com/2013/05/pemikiran-fenomenologi-menurut-edmund_9736.html#.UnHo-SIW0Zs
  3. http://didanel.wordpress.com/2011/06/22/teori-fenomenologi-dan-etnometodologi/

semoga berguna 🙂

Teori Struktural Fungsional

teori ini terkadang ditulis Fungsional Struktural, teori ini memandang masyarakat sebagai sebuah sistem yang terdiri dari unsur – unsur sistem yang saling terkait dan bekerja sesuai dengan fungsinya masing – masing. Dengan begitu, setiap sistem yang ada memberikan sumbangan agar terjadi equilibrium ( keseimbangan ).

Sejarah teori

Pemikiran structural fungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu menganggap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan, ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup,

beberapa pemikiran

  • Parson  menyebutkan bahwa individu adalah bentukan dari sebuah sistem yang ada. Pada teori ini  juga, muncul sebuah pernyataan yang mengatakan ketika sesuatu tidak lagi mempunyai fungsi signifikan pada masyarakat, hal itu akan hilang, sementara segala sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat, akan tetap eksis
  • Masyarakat adalah sistem sosial yang secara fungsional terhubung dengan sistem lainnya. Jika satu sistem tidak berfungsi akan mempengaruhi sistem lainnya. Di sini hukum diberi peran sebagai agen status quo. Dalam peran seperti ini hukum TIDAK MENYUKAI adanya perbuatan yang merusak tatanan sosial

paradigma

Teori ini dikembangkan dari paradigma fakta social

Premis

Talcott Parsons meyakini:

  1. Motivasi dasar manusia adalah untuk berkuasa;
  2. Dalam mencapati tujuan itu kerap terjadi konflik-konflik;
  3. Konflik-konflik dapat diatasi jika terdapat pemerintahan yang kuat;
  4. Dalam rangka memelihara efektivitas pemerintahan itu diperlukan faktor-faktor normatif.

Kegunaan

pendekatan struktural fungsional ini juga bertujuan untuk mencapai keteraturan sosial.

Tokoh – tokoh

  • August Comte
  • Talcott Parsons,
  • Robert K. Merton,
  • Kinsley Davis,
  • Wilbert Moore
  • Emile Durkheim
  • Penerapan teori  fungsional struktural dalam kasus

referensi:

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsionalisme_struktural
  2. http://sulaimanelfatih.blogspot.com/2011/12/pemikiran-sosiologis-auguste-comte.html
  3. http://sosiologihukum-comte2.blogspot.com/2011/05/empat-teori-penting-dalam-sosiologi.html
  4. http://politik.kompasiana.com/2012/05/24/konsep-dasar-teori-struktural-fungsional-pada-partai-demokrat-465336.html
  5. http://www.suaramerdeka.com/harian/0509/26/nas13.htm
  6. http://filsafat.kompasiana.com/2013/04/15/teori-struktural-fungsional–546379.html
  7. http://www.academia.edu/8539364/Review_Teori_Struktural_Fungsional_Interaksionis_Simbolik_dan_Pertukaran_Sosial
  8. http://tocqueville1-soskum.blogspot.com/2011/04/4-teori-penting-sosiologi.html

semoga berguna

DIAGRAM TEORI – TEORI SOSIAL

POSITIVISME

HUMANISME

  • FENOMENOLOGI (ALFRED SCHUTZ)
  • KONSTRUKSI SOSIAL ()
  • INTERAKSIONISME SIMBOLIK ()
  • ETNOMETODOLOGI ( HAROLD GARFINKEL )

KRITIS

  • DOMINASI ELITE / DOMINASI SIMBOLIK ( PIERRE BOURDIEU )
  • FUNGSI KOMUNIKASI ( JURGEN HABERMAS )
  • REPRODUKSI DOMINASI SISTEM ()

POST MODERNISME

  • POST STRUKTURAL (JACQUES DERRIDA)
  • POST KOLONIAL (GAYATRI SPIVAK)

teori dialektika relasional ( Leslie Baxter dan Barbara Montgomery )

dialektika / dialog berasal dari kata dialog yang berarti komunikasi dua arah

Teori dialektika relasional merupakan sebuah teori komunikasi yang menyatakan bahwa hidup berhubungan dicirikan oleh ketegangan-ketegangan atau konflik antar individu. Konflik tersebut terjadi ketika seseorang mencoba memaksakan keinginannya satu terhadap yang lain

referensi