teori fenomenologi ( Alfred Schutz )


fenomenologi adalah ilmu yang berorientasi mendapatkan penjelasan tentang realitas yang tampak

Definisi

Fenomenologi tersusun dari kata “phenomenon” yang berarti realitas yang tampak, dan “logos” yang berarti ilmu.
Fenomenologi ialah ilmu pengetahuan tentang apa yang Nampak

Sejarah

Istilah “Fenomenologi” pertama kali digunakan oleh J. H. Lambert (1728 – 1777). Kemudian istilah itu juga digunakan oleh Immanuel Kant, Hegel serta sejumlah filosof lain. Namun semuanya mengartikan istilah fenomenologi secara berbeda. Baru Edmund Gustay Aibercht Husserl biasa di sebut Edmund Husserl adalah seorang filsuf Jerman yang memakai istilah fenomenologi secara khusus dengan menunjukkan metode berpikir secara tepat.

Menurut Husserl, fenomena adalah realitas sendiri yang tampak, tidak ada selubung atau tirai yang memisahkan subyek dengan realitas, karena realitas itu sendiri yang tampak bagi subyek. Dengan pandangan seperti ini, Husserl mencoba mengadakan semacam revolusi dalam filsafat Barat. Hal demikian dikarenakan sejak Descartes, kesadaran selalu dipahami sebagai kesadaran tertutup (cogito tertutup), artinya kesadaran mengenal diri sendiri dan hanya melalui jalan itu dapat mengenal realitas. Sebaliknya Husserl berpendapat bahwa kesadaran terarah pada realitas, dimana kesadaran bersifat “intensional”, yakni realitas yang menampakkan diri.

Ahli teori sosiologi-fenomenologi yang paling menonjol adalah Alfred Schutz, seorang murid Husserl yang berimigrasi ke Amerika Serikat setelah munculnya fascism di Eropa, melanjutkan karirnya sebagai bankir dan guru penggal-waktu (part-time). Dia muncul di bawah pengaruh filsafat pragmatis dan interaksionisme-simbol; barngkali cara terbaik untuk mendekati karyanya adalah melihatnya sebagai bentuk interaksionisme yang lebih sistematik dan tajam. Akan tetapi, dalam karya klasiknya yang berjudul The Phenomenology of the Social World, bagaimanapun, dia tertarik dengan penggabungan pandangan fenomenologi dengan sosiologi melalui suatu kritik sosiologi terhadap karya Weber.

Penjelasan

Tokoh – tokoh

  • Edmund Husserl
  • Alfred Schutz
  • Peter L. Berger

Contoh Teori Fenomenologi

Saat ini sepasang pemuda-pemudi tidak lagi mempunyai rasa malu dalam hal berpacaran. Banyak di jumpai misalkan di taman, mereka tidak malu bermesraan atau bahkan beradegan hal yang tidak senonoh seperti ciuman di tempat umum. Hal itu merupakan suatu fenomena atau suatu realitas yang nampak pada saat ini dan menjadi suatu yang tidak di anggap tabu lagi.

referensi :

  1. http://sinaukomunikasi.wordpress.com/2013/01/21/percakapan-dengan-fenonemologi/
  2. http://yosepriwm.blogspot.com/2013/05/pemikiran-fenomenologi-menurut-edmund_9736.html#.UnHo-SIW0Zs
  3. http://didanel.wordpress.com/2011/06/22/teori-fenomenologi-dan-etnometodologi/

semoga berguna 🙂

Iklan

tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: