pengenalan dan tujuan belajar ilmu filsafat

Filsafat secara etimologi (asal usul suatu kata) berasa dari bahasa Yunani
Philosophia terdiri atas kata philein yg berarti cinta (love) & kata sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom),
Philosophia: Cinta Kebijaksanaan (loving of wisdom)

Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan

memahami filsafat melalui

  • Upaya, proses, metode, cara, pola pikir, dambaan untuk mencari kebenaran, sikap kritis, meragukan, pertanyaan terus menerus
  • Pemahaman akan konsep atau ide-ide, bertanya dan berpikir atas yang dipertanyakan; ilmu yg mencari “yang paling akhir”, “yang paling dalam”, “yang paling dasar”, “yang paling benar

Memahami filsafat antara lain dapat dilakukan dengan mempelajari:

  • sejarah tradisi filsafat Barat, sejak jaman Yunani, abad pertengahan hingga jaman modern & kontemporer;
  • pemikiran para filsuf dari berbagai jaman & aliran pemikiran

hasil akhir dari belajar ini adalah

  • mendiskripsikan ruang lingkup ilmu pengetahuan;
  • memahami epistemologi  dari ilmu pengetahuan;
  • mampu berpikir kritis;
  • memiliki wawasan  luas tentang tanggung jawab keilmuan; dan
  • mampu menerapkan dalam proses  pendidikan

Menurut wilayah, filsafat bisa dibagi menjadi:

  • filsafat barat,
  • filsafat timur, dan
  • filsafat Timur Tengah.

menurut latar belakang agama,

  • filsafat Islam
  • filsafat Budha
  • filsafat Hindu dan
  • filsafat Kristen.

Menurut jamannya,

  • filsafat klasik ( di dominasi oleh rasionalisme )
  • filsafat abad pertengahan ( didominasi dengan doktrin-doktrin agama Kristen )
  • filsafat modern ( didominasi oleh rasionalisme )
  • filsafat kontemporer ( didominasi oleh kritik terhadap filsafat modern )

referensi

  1. catatan kuliah saya
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
  3. http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_11.html

semoga berguna 🙂

hal – hal yang penting untuk belajar ilmu komunikasi

1. Empiris

Empiris merupakah hal yang dapat di Inderawi. Hal hal yang dirasakan oleh manusia dengan indranya.

Contoh :

Api merupakan suatu yang panas karena pernah menyentuhnya
Es merupakan suatu yang dingin karena pernah menyentuhnya
Gunung itu besar karena pernah melihatnya dan membandingkan dengan bukit

2. Realitas

Realitas atau kenyataan, dalam bahasa sehari-hari berarti “hal yang nyata; yang benar-benar ada”
segala suatu yang bisa ditangkap dan disadari keberadaannya oleh manusia

berarti sesuatu yang kita anggap real, berada dalam jangkauan pemikiran dan penguasaan

3. positivistik adalah aliran filsafat positivisme ( Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains)

4. field of experience

5. frame of reference

6.Berfikir ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis: masuk akal, empiris: Dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.

7. konteks  adalah kondisi dimana suatu keadaan terjadi

8. Rasional

Rasional merupakan hal yang didapat dari pikiran manusia

Atau bahasa sulitnya Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma atau ajaran agama.

Contoh :

Contoh pertama

Ketika kita melihat Tv yang tidak berfungsi dengan baik maka dapat di “pikir” dan dipastikan kalo ada komponen di dalam TV yang rusak atau sudah perlu diganti. Pemikiran tentang ada sesuatu yang tidak beres ini merupakan suatu hal rasional yang timbul dari fenomena TV. Dan dapat dipastikan pikiran rasional ini benar.

segi terminologis (istilah),

segi etimologis (bahasa),

symbol

komunikasi adalah

bahasa verbal

bahasa nonverbal

Aksioma adalah pendapat yang dijadikan pedoman dasar dan merupakan Dalil Pemula, sehingga kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagi, atau Aksioma yaitu suatu pernyataan yang diterima sebagai kebenaran dan bersifat umum, tanpa memerlukan pembuktian.

contoh
aksioma dalam informasi  (Bowers&Bradac):

  1. Komunikasi adalah transmisi dan penerimaan informasi
  2. Komunikasi adalah penggenerasian (pemanfaatan) makna
  3. Komunikasi adalah prilaku individual
  4. Komunikasi adalah hasil interaksi dari hubungan antar individu

9. HOLISTIK

holistik adalah menekankan pentingnya keseluruhan dan saling keterkaitan dari bagian-bagiannya.
misal kata holistik ini dipakai dalam rangka pelayanan kepada orang lain yang membutuhkan maka mempunyai arti layanan yang diberikan kepada sesama atau manusia secara utuh, baik secara fisik, mental, sosial dan spiritual mendapat perhatian yang seimban

dan seterusnya…

referensi :

  1. http://filsafat.kompasiana.com/2012/08/04/rasional-dan-empiris-483249.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kenyataan
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Konteks#cite_note-1
  4. http://filsafat.kompasiana.com/2012/11/27/konsep-ilmu-realitas-2-506404.html
  5. http://suarakelana.blogspot.com/2010/01/konsep-realitas.html
  6. http://filsafat.kompasiana.com/2012/08/04/rasional-dan-empiris-483249.html
  7. http://aksiomaku.blogspot.com/2008/12/aksioma.html
  8. http://id.wikipedia.org/wiki/Positivisme
  9. http://arofahfirdaus.blogspot.com/2011/06/pengertian-holistik.html#bn-photocenter-1-1-777526591

semoga berguna 🙂

tokoh filsafat barat modern

berikut tokoh tokoh filsafat barat moderen

  1. Filsafat Jaman Barok: ReneDescrates, Baruch Spinoza, Gottfried Leibniz
  2. Filsafat Jaman Fajar Budi: John Locke, David Hume, Imanuel Kant
  3. Filsafat Jaman Romantik: George W. Hegel, F. Scheling
  4. Filsafat Perancis: Auguste Comte
  5. Filsafat Jerman: A. Schopenhauer, Karl Marx, S. Kierkegaard, F. Nietzsche
  6. Filsafat Anglosaksen: H. Spencer, W. James.

Filsafat Abad 20: JP Sartre (Perancis); John Dewey, M. Heidegger, E. Husserl (Jerman); B. Russell (Anglosaksen).

referensi :

  1. catatan kuliah saya

semoga berguna:)

Ringkasan Kuliah Teori Sosial

pertemuan 1

pertemuan 2

pertemuan 3

pertemuan 4

Ringkasan Kuliah Teori Filsafat

pertemuan 1
pada pertemuan ini membahas tentang

  1. pengenalan dan tujuan belajar ilmu filsafat
  2. fokus pembelajaran
    a. Filsafat & Ilmu Pengetahuan: Fokus & Manfaat
    b. Peran dan Posisi Filsafat Ilmu dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan
    c. Ilmu Pengetahuan & Perubahan Paradigma
    d. Dialektika Perkembangan Ilmu Pengetahuan
    e. Mengenal LOGIKA SAINTIFIKA dalam Ilmu
    f. Ilmu Pengetahuan, Teknologi & Budaya: Peranan Ilmu Pengetahuan dalam Pengembangan Etika & Strategi Kebudayaan.
  3. Sejarah Filsafat
  4. Pentingnya belajar filsafat

pertemuan 2

pertemuan 3

pertemuan 18 10 2013

pemutaran film sekolah alam qaryah tayyibah & diskusi tentang

  • filsafat pendidikan
  • kata kunci dalam membangun pendidikan
  • paradigma dalam metode belajar mengajar

Definisi Operasional dalam unsur penelitian

Bagaimana suatu konsep atau variabel diukur.
Misalnya: kinerja pelayanan publik
KINERJA: merupakan capaian tujuan organisasi berdasarkan atas segala kemampuan individu, kelompok maupun organisasi
PELAYANAN PUBLIK: proses pemberian pelayanan oleh institusi penyedia layanan publik kpd masy sbg pengguna layanan sesuai dengan aturan pokok dan aturan-aturan yang telah ditetapkan

Kinerja layanan publik akan dikur dengan sejumlah indikator:
Realisasi pendapatan
Akuntabilitas
Acuan layanan yang dipergunakan
Tindakan yg diambil aparat birokrasi jika user tidak memenuhi persyaratan yg ada
Responsibilitas
Ada-tdk keluhan user dlm setahun terakhir
Respon terhadap keluhan user
Feedback atas keluhan user
Efisiensi dan efektifitas
Jaminan layanan berdasar tingkat kesesuaian antara beaya, waktu dan hasil produk yang berkualitas

referensi

  1. catatan kuliah saya
  2. http://sosiologi.fisip.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=86:download-unsur-unsur-penelitian-prof-mustain&catid=42:data-pasca-sarjana-sosiologi&Itemid=104

semoga berguna 🙂

Teori dalam penelitian

Teori merupakan seperangkat proposisi yang menggambarkan mengapa suatu gejala terjadi seperti itu. Proposisi-proposisi yang dikandung dan yang membentuk teori terdiri dari beberapa konsep yang terjalin dalam hubungan sebab akibat.

Karena itu teori merupakan jawaban atas pertanyaan ‘why’ sehingga yang dilakukan dalam teoritisasi adalah menjelaskan mengapa suatu gejala terjadi seperti itu.
Berbeda dengan konsep yang merupakan jawaban atas pertanyaan ‘what’ sehingga yang dilakukan adalah konseptualisasi. Konsep merupakan deskripsi realitas.

Teori adalah serangkaian konsep dalam bentuk propisisi-proposisi yang saling berkaitan, bertujuan memberikan gambaran yang sistematis tentang suatu gejala.
Gambaran yang sistematis itu dijabarkan dengan menghubungkan suatu konsep dengan konsep yang lain dalam satu proposisi dan menghubungkan suatu proposisi dengan proposisi yang lain

Fungsi teori :
fungsi eksplanasi: menjelaskan suatu gejala yang muncul dan menggambarkan realitas dunia sebagaimana yang dapat diobservasi.
fungsi prediksi : memperkirakan gejala yang bakal terjadi. (Vilfredo Pareto: makin tinggi sentralisasi keluasaan, maka paksaan itu akan makin sering digunakan sebagai alat pengendalian msyarakat. Oleh karena itu, di mana saja, kapan saja terjadi sentralisasi keluasaan yang tinggi akan banyak menggunakan paksaan atau ancaman paksaan sebagai alat pengendali masyarakat

Kalau teori diartikan sebagai hubungan kausal, logis dan sistematik antara dua atau lebih konsep, maka teori tidak lain merupakan penjelasan suatu gejala: konsep (variable) pengaruh menjelaskan mengapa konsep (variable) terpengaruh terjadi.
Karena itu penjelasan (Explanation) dapat dibagi menjadi dua unsure yaitu yang menjelaskan (explanan) dan yang dijelaskan (explanandum). Yang menjelaskan terdiri dari dua jenis pernyataan: 1) generalisasi/konsep, dan 2) kondisi antecedent atau yang menjebabkan generalisasi/ konsep tersebut. Kedua pernyataan itu digunakan untuk menjelaskan explanandum.

gejala terjadi harus dapat menunjukkan bahwa gejala yang akan dijelaskan itu secara logis sesuai dengan premisnya atau kemungkinan besar sesuai dengan premisnya.
Penjelasan dapat dibedakan menjadi dua model: model deduktif dan model induktif-statistika.
Model deduktif
Ditandai oleh hubungan logic antara premis dan konklusi, antara eksplanan dan eksplanandum. Jika premis benar maka konklusi juga benar

Model induktif-statistika terhadap suatu kejadian individual tidak selalu sesuai dengan generalisasi kejadian itu. Premis (generalisasi) mungkin saja benar, tetapi konklusi tentang suatu kejadian dapat saja salah. Penjelasan tidak terletak pada mengapa konklusi benar tetapi mengapa hal itu mungkin (probable).

referensi

  1. catatan kuliah saya
  2. http://sosiologi.fisip.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=86:download-unsur-unsur-penelitian-prof-mustain&catid=42:data-pasca-sarjana-sosiologi&Itemid=104

semoga berguna 🙂

Hipotesis dalam penelitian

HIPOTHESIS
HIPO = separuh, setengah, Sementara
THESIS = Kebenaran

Jawaban sementara atas permasalahan/ pertanyaan penelitian (sehingga) masih perlu diuji kebenarannya melalui suatu penelitian.

referensi

  1. catatan kuliah saya
  2. http://sosiologi.fisip.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=86:download-unsur-unsur-penelitian-prof-mustain&catid=42:data-pasca-sarjana-sosiologi&Itemid=104

semoga berguna 🙂

Proposisi / preposisi dalam penelitian

proposisi adalah suatu pernyataan yang menjelaskan kebenaran atau menyatakan perbedaan atau
hubungan antara beberapa konsep
gampangnya adalah hubungan yang logis antara dua variabel (konsep yang telah mempunyai variasi nilai atau sifat atau atribut).

ciri ciri proposisi

  • Suatu statemen mengenai ihwal suatu realitas dan tidak mengenai nilai atau pendapat ideal, maka dapat dikaji dan diuji betul atau salahnya
  • Syarat proposisi adalah menunjuk atau bersangkut paut dengan gejala yang dapat diamati atau diindera

Ada dua macam proposisi

  • Hipotesis  : proposisi yang dirumuskan untuk diuji kebenarannya secara empirik
  • Tesis      : proposisi yang memiliki ruang lingkup yang cukup luas dan yang telah dibenarkan oleh suatu pengujian secara empirik dan
    cermat

pembedaan proposisi (atas dasar jumlah konsep atau variabel yang digunakan) :

  • Proposisi deskriptif merupakan proposisi yang berisikan satu konsep/variabel
  • Proposisi relasional (ekspalanatif) merupakan proposisi yang berisikan dua atau lebih konsep/variabel.

Jenis Proposisi:
a. Aksioma atau Postulat: kebenarannya sudah tidak dipertanyakan lagi,karena sudah (dapat) dibuktikan kebenarannya
b. Teorema: Dideduksi (disimpulkan) dari (beberapa) aksioma. Teorema dapat saja dibangun dari aksioma-aksioma yang berbeda

contoh
Konsep      : pendidikan
Variabel     : tingkat pendidikan (pendidikan rendah, menengah, tinggi)
Proposisi   : tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seseorang mempunyai kaitan yang erat dengan sikap seseorang terhadap demokrasi.

Perbedaan paling esensial Proposisi dan Hipotesis adalah :

  • Hipotesis bersifat lebih operasional
  • Konsep-konsep dalam hipotesis sudah dioperasionalisasikan menjadi variabel
  • Hipotesis sudah dapat diuji secara empirik

Contoh:

Proposisi: Pelanggan telepon selular menetapkan pilihan operator yang menurutnya paling memuaskan
Hipotesis: Ada hubungan mutu pelayanan operator telepon selular dengan kepuasan pelanggan

referensi

  1. catatan kuliah saya
  2. http://sosiologi.fisip.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=86:download-unsur-unsur-penelitian-prof-mustain&catid=42:data-pasca-sarjana-sosiologi&Itemid=104
  3. http://sefmimijuliati.wordpress.com/2011/10/16/konsep-variabel-teori-asumsi-serta-hipotesis-pada-metodologi-penelitian/
  4. http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:VI3P1t6QpDMJ:fisip.uajy.ac.id/wg-content/uploads/public/files/kuliah/gasal1112/Bu%2520Anita/MPK-I/KEDUDUKAN%2520TEORI%2520DALAM%2520PENELITIAN.doc+&cd=9&hl=id&ct=clnk
  5. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CDUQFjAB&url=http%3A%2F%2Fssiregar.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F6873%2F05_lecture_Perumusan_Hipotesis.pdf&ei=t5pKUvT7GcjirAeF8IDQCQ&usg=AFQjCNHarYdNZjHExuhkWTyAXndyDuvyvg&sig2=bBc-jjTgd_Bu8OySYipMTw

semoga berguna 🙂

variabel dalam penelitian

Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai, Nilai suatu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata.

mengapa memerlukan variabel ?

  • Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diteliti / diamati / diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel.

Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur dan dapat dibentuk dengan melakukan pengelompokan beberapa atribut yang logis dari dua/lebih atribut.

contoh variabel

  • Sehat adalah konsep.Untuk mengetahui apakah seseorang itu “sehat” atau “tidak sehat” maka pengetahuan konsep “sehat” tersebut harus melalui konstruk atau variabel-variabel misalnya: tekanan darah, denyut nadi, Hb darah, dan sebagainya. Tekanan darah, denyut nadi, Hb darah dan sebagainya ini variabel-variabel yang digunakan untuk mengobservasi atau mengukur apakah seseorang itu “sehat” atau “tidak sehat”.
  • Sosial-ekonomi adalah suatu konsep, dan untuk mengukur sosial ekonomi keluarga misalnya, harus melalui variabel-variabel seperti tinggi pendidikan, pekerjaan dan pendapatan keluarga itu.

misal konsep “Badan” bukan variabel, karena badan tidak mengandung pengertian adanya nilai yang bervariasi. “Berat Badan” adalah variabel karena memiliki nilai yang berbeda (variasi nilai),Konsep-konsep yang tidak mengandung pengertian nilai yang beragam biasanya dapat diubah menjadi variabel dengan memusatkan pada aspek tertentu dari konsep tersebut. misal, konsep perilaku kontrasepsi dapat diubah menjadi variabel dengan merubahnya menjadi penggunaan kontrasepsi.

Variabel berbeda dengan data. Variabel adalah objek penelitian atau apa saja yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Sedangkan data adalah segala fakta dan angka – angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, jadi informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan

Variabel Menurut jenisnya:

  • variabel terpisah (deskrit)  : variabel kualitatif dan variable bersambung (continuous)  variabel  kuantitatif
  • variable kuantitatif           : menunjuk pada derajat, tingkat, ukuran, jumlah dan variabel  kualitatif menunjuk pada jenis

Variabel Menurut posisinya:

  • Variabel bebas (independen)             : menyebabkan perubahan pada variabel  yang lain
  • Variabel terikat (dependen)                    : variable yang terpengaruh/dijelaskan oleh variabel lain
  • Variabel Kontrol                                          :
  • Variabel Intervening                                  : variabel yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel
  • Variabel moderator                                   : 

Misal:

1. Seleksi tenaga kerja dan prestasi kerja.
Maka :
Variabel bebas : seleksi tenaga kerja
Variabel terikat : prestasi kerja.

2. Perbandingan ketrampilan kerja dengan metoda demonstrasi dan metoda ceramah antara karyawan laki-laki dan wanita divisi IX PT. Maju Terus.
Maka :
Variabel bebas : metode demonstrasi dan ceramah
Variabel terikat : ketrampilan kerja
Variabel moderator : karyawan laki-laki dan wanita

3. Pemberlakuan empat hari kerja dalam seminggu cenderung meningkatkan produktivitas kerja melalui peningkatan kepuasan kerja.
Maka :
Variabel bebas : empat hari kerja dalam seminggu.
Variabel terikat: produktivitas kerja.
Variabel intervening : kepuasan kerja.

4. Aplikasi Pembelajaran Pemahaman Kriptografy RSA dengan Metode Quantum Learning
Maka
Variabel bebas : Kriptografy RSA
Variabel terikat : Quantum Learning
Variabel Intervening : Pemahaman

Menurut datanya variabel dapat dibedakan atas:
1. Data nominal berkait dengan variabel nominal
2. Data ordinal berkait dengan variabel ordinal
3. Data interval berkait dengan variabel interval
4. Data rasio berkait dengan variabel rasio

referensi

  1. catatan kuliah saya
  2. http://lismawatibendang.blogspot.com/2011/10/konsep-proposisi-variabel-teori-asumsi.html
  3. http://sosiologipendidikan.blogspot.com/2008/11/penelitian-sosial.html
  4. http://abdulsalamserbakomunikasi.blogspot.com/2012/08/konsep-dan-jenis-variabel-penelitian.html

semoga berguna