Membersihkan layar bash command promt linux

untuk membersihkan layar pada bash linux kita dapat menggunakan

 reset 
 atau 
 clear

jika reset maka tampilan akan bersih , history masih bisa dilihat via panah atas atau bawah,histori tidak bisa kita geser dengan tab scroll pada kanan bash

jika menggunakan clear layar bersih tetapi digulung / discroll dengan tab pada kanan bash/ command promt , jika kita scroll keatas masih tampak ketikan kita,

clear-bash

semoga berguna 🙂

referensi :

Menyimpan konfigurasi iptables secara permanen tanpa hilang saat reboot

pada dasarnya iptables akan hilang setelah restart, jika tidak disimpan secara permanen makan konfigurasi akan hilang, berikut cara untuk menyimpan konfigurasi ip tables agar tidak hilang

  1. menyimpan konfigurasi dan diload pada /etc/rc.local
  2. memakai iptables persistent

1. menyimpan di /etc/rc.local

IPv4

Debian/Ubuntu: iptables-save > /etc/iptables/rules.v4

RHEL/CentOS: iptables-save > /etc/sysconfig/iptables

IPv6

Debian/Ubuntu: ip6tables-save > /etc/iptables/rules.v6

RHEL/CentOS: ip6tables-save > /etc/sysconfig/ip6tables

dapat diload dengan perintah

untuk IPv4 ( iptables-restore )

Debian/Ubuntu: iptables-restore < /etc/iptables/rules.v4

RHEL/CentOS: iptables-restore < /etc/sysconfig/iptables 

2. mengunakan iptables persistent

berikut cara menyimpan konfigurasi IP TABLES , kita install iptables persistent , sejak  Ubuntu 10.04 LTS (Lucid) dan Debian 6.0 (Squeeze) sudah otomatis terinstall paket iptables persistent


jika belum terinstal , instal dulu dengan cara
apt-get install iptables-persistent

setelah terinstal, untuk menyimpan konfigurasi iptables saat ini

untuk ipv4:
iptables-save > /etc/iptables/rules.v4
jika menggunkan debian 6 squeeze dengan kernel 2.6.32
iptables-save > /etc/iptables/rules</pre>
untuk ipv 6:
ip6tables-save > /etc/iptables/rules.v6 

semoga berguna
referensi

Ditulis dalam linux. Leave a Comment »

Drop Reject blok paket mengunakan ip tables

berikut perintah blok paket yang datang dari alamat ip tertentu mengunakan ip tables, misalnya saya akan memblok paket dari IP 192.168.1.34 , saya menggunakan linux ubuntu

jika memakai drop

sudo iptables -I INPUT -s 192.168.1.34 -j DROP

jika memakai reject

sudo iptables -I INPUT -s 192.168.1.34 -j REJECT

drop : hasil seperti hang tidak ada balasan,lihat gambar dibawah

iptables-drop
reject : hasil  'Destination port unreachable', lihat gambar dibawah

iptables-reject

keterangan

-s (source)

bisa berupa ip alamat tunggal seperti 192.168.0.10, atau suatu alamat network menggunakan netmask misal 192.168.0.0/255.255.255.0, atau bisa juga ditulis 192.168.0.0/24 atau inversi

-j DROP or – -jump DROP

Target ini men-drop paket dan menolak untuk memproses lebih jauh. Dalam beberapa kasus mungkin hal ini kurang baik, karena akan meninggalkan dead socket antara client dan server. Paket yang menerima target DROP benar-benar mati dan target tidak akan mengirim informasi tambahan dalam bentuk apapun kepada client atau server.

-j REJECT
Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut.

 -I or – -insert

Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.

INPUT

pengertian sederhananya aturan dalam IP tables / chain (rantai) , chain input mengatur paket data yang memasuki firewall dari arah intranet maupun internet.

semoga berguna:)

referensi :

 

Mengganti dekstop unity dengan desktop gnome

saya tidak terlalu suka menggunakan unity , kurang familiar search datanya dan terasa berat

berikut untuk install desktop gnome pada ubuntu 16.x


apt-get install gnome-shell

nanti pada waktu login bisa dipilih login dengan desktop apa ?

file_000

file_001semoga berguna 🙂

referensi

apa itu POC (Proof Of Concept)

poc dalam bidang komputer merupakan kepanjangan dari (Proof Of Concept ) , biasanya digabung seperti POC firewall , POC Exploit dsb

menurut wikipedia ” demonstration that in principle shows how a system may be protected or compromised, without the necessity of building a complete working vehicle for that purpose.”

sederhananya poc adalah test keamanan sistem:D

referensi :

Belajar ip tables

Firewall adalah sistem atau sekelompok sistem yang menetapkan kebijakan kendali akses antara dua jaringan.

Secara prinsip,firewall dapat dianggap sebagai sepasang mekanisme untuk :

  • Memblok lalu lintas,
  • Mengijinkan lalu lintas jaringan.

Firewall dapat digunakan untuk melindungi jaringan anda dari serangan jaringan oleh pihak luar, namun firewall tidak dapat melindungi dari serangan yang tidak melalui firewall / serangan dari seseorang yang berada di dalam jaringan anda, serta firewall tidak dapat melindungi anda dari program-program aplikasi yang ditulis dengan buruk

Di firewall ini kita melakukan proses penyaringan trafik network apa dan bagaimana yang kita perbolehkan/larang. Di dalam konsep networking, semua service networking (seperti web, ftp, mail, dns, dll) berjalan melalui jalur-jalur yang kita namakan ‘port’. Masing2 service tersebut memiliki jalurnya sendiri, yaitu port-port dengan nomor tersendiri, seperti service: misalnya

untuk mengatur firewall di Linux kita gunakan Netfilter. Netfilter adalah framework yang menyediakan cara untuk memanipulasi paket-paket network lewat kernel Linux. Sedangkan iptables adalah utility yang digunakan untuk mengatur hal tersebut

dengan iptables kita bisa menerapkan aturan seperti :

  • Besar data yang boleh lewat,
  • Jenis paket/datagram yang dapat diterima,
  • Mengatur trafic berdasar asal dan tujuan data,
  • Forwarding,
  • Nat,
  • Redirecting,
  • Pengelolaan port,
  • Firewall.

berikut ini sekelumit tentang ip tables

Dalam Iptables terdapat tiga daftar table bawaan yaitu :

1)      Filter
Ini adalah tabel default, mengandung INPUT, OUPUT, dan FORWARD (biasa di sebut chain INPUT, chain OUTPUT, dan chain FORWARD)

2)      Nat
digunakan untuk membuat gateway, SNAT untuk mengubah alamat IP pengirim, biasanya dijadikan gateway menuju ke internet, DNAT kebalikan dari SNAT

3)      Mangle
digunakan untuk menandai paket-paket untuk digunakan di proses-proses selanjutnya

Firewall IP Tables packet filtering memiliki tiga aturan (policy), yaitu:

  1. INPUT
    Mengatur paket data yang memasuki firewall dari arah intranet maupun internet. kita bisa mengelola komputer mana saja yang bisa mengakses firewall. misal: hanya komputer IP 192.168.1.100 yang bisa SSHke firewall dan yang lain tidak boleh.
  2. -OUTPUT
    Mengatur paket data yang keluar dari firewall ke arah intranet maupun internet. Biasanya output tidak diset,karena bisa membatasi kemampuan firewall itu sendiri.
  3. -FORWARD
    Mengatur paket data yang melintasi firewall dari arah internet ke intranet maupun sebaliknya. Policy forward paling banyak dipakai saat ini untuk mengatur koneksi internet berdasarkan port, mac address dan alamat IP Selain aturan (policy) firewall iptables juga mempunyai parameter yang disebut dengan TARGET, yaitu status yang menentukan koneksi di iptables diizinkan lewat atau tidak.
    TARGET ada tiga macam yaitu:

1. ACCEPT
Akses diterima dan diizinkan melewati firewall

2.REJECT
Akses ditolak, koneksi dari komputer klien yang melewati firewall langsung terputus, biasanya terdapat pesan “Connection Refused”. Target Reject tidak menghabiskan bandwidth internet karena akses langsung ditolak, hal ini berbeda dengan DROP.

3.DROP
Akses diterima tetapi paket data langsung dibuang oleh kernel, sehingga pengguna tidak mengetahui kalau koneksinya dibatasi oleh firewall, pengguna melihat seakan – akan server yang dihubungi mengalami permasalahan teknis. Pada koneksi internet yang sibuk dengan trafik tinggi Target Drop sebaiknya jangan digunakan.


install ip tables

apt-get install iptables

lihat aturan yang sudah ada

iptables -L

hapus aturan

dasar teori

referensi :

error mount flasdisk mount: unknown filesystem type ‘exfat’

jika mengalami error diatas biasanya ubuntu tidak mengenali partisi ex fat
solusinya buka terminal kemudian install

sudo apt-get install exfat-fuse exfat-utils

semoga berguna 🙂
referensi

Ditulis dalam linux. Leave a Comment »

memperbaiki booting windows 7 setelah hapus linux

Kebanyakan windows akan menjadi error ketika kita menghapus linux (dalam satu laptop / pc terdapat 2 sistem operasi ,windows dan linux)

cara mengembalikannya cukup mudah

masuk ke mode command promt melalui cd intaller windows 7

ketik C: kemudian enter

ketik


bootrec.exe/fixmbr

semoga berguna 🙂

 

referensi

semoga berguna 🙂

dpkg -i instal dependency

jika terdapat error dependencies setelah anda menginstal file .deb menggunakan dpkg -i maka solusinya

lakukan ini maka dependensi akan terinstal

<pre><code>sudo apt-get -f install</code></pre>

semoga berguna 🙂

referensi :

Copy files iphone to laptop linux

agar kita bisa transfer file atau data dari iphone kedalam pc / laptop dengan sistim operasi linux maka anda harus menginstal driver libimobiledevice untuk mengenali iphone,  anda saya menggunakan linux debian dan menginstal libimobiledevice6

 
sudo add-apt-repository ppa:pmcenery/ppa;
sudo apt-get update; 
sudo apt-get install libimobiledevice; 

berikut tampilannya dalam pc saya, terdeteksi sebagai iphone
iphone2

jika dibuka ada beberapa folder

iphone3

semoga berguna 🙂

referensi :