untuk melihat ukuran dalam MB dalam perintah ls -al , berikut caranya
ls -al --block-size=MB
semoga berguna 🙂
untuk melihat ukuran dalam MB dalam perintah ls -al , berikut caranya
ls -al --block-size=MB
semoga berguna 🙂
saya menggunakan parrot linux yang hampir mirip dengan ubuntu
download dulu vmware untuk linux disini, saya pilih yang 64 bit karena laptop saya support,
https://my.vmware.com/en/web/vmware/free#desktop_end_user_computing/vmware_workstation_player/14_0
sudo chmod 777Â Mware-Player-e.x.p<em>-xxxx</em>.<em>architecture</em>.bundleÂ
sh VMware-Player-e.x.p<em>-xxxx</em>.<em>architecture</em>.bundle
selamat vmware anda telah terinstall

referensi
kali ini membahas koneksi vpn client dari lubuntu, bisa juga diterapkan pada parrot linux
akses intalasi yang diperlukan adalah plugin pptp untuk network manager, dan pptp-linux
apt-get install network-manager-pptp network-manager-pptp-gnome
menu VPNÂ akan muncul di icon network manager klik kiri
VPNÂ Connections | Configure VPN
kemudian ADD kemudian pilih  Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP)
semoga berguna 🙂
untuk menyembunyikan informasi tentang webserver apache kita agar aman dari para peretas maka caranya adalah mendisable digital signature pada webserver berikut caranya:
cari file ini pada debian / ubuntu / linux mint
/etc/apache2/apache2.conf
pada CentOS, Fedora, RHEL or Arch Linux:
/etc/httpd/conf/httpd.conf
kemudian ganti pada
ServerSignature Off ServerTokens Prod
kemudian restart servernya
service apache2 restart (Debian, Ubuntu /Â Linux Mint) service httpd restart (CentOS/RHEL 6) systemctl restart httpd.service (Fedora, CentOS/RHEL 7, Arch Linux)
contoh digital signature yang kita hidden

contoh web server dengan digital signature yang terbuka
jangan lupa untuk ubuntu dan turunannya tambahkan sudo  didepannya
semoga berguna 🙂
referensi :
jika anda ingin melihat perintah yang sudah dilakukan pada server anda ,anda dapat mengetik perintah
history agar tanggal ketikan dapat tersimpan maka tambahkan 'HISTTIMEFORMAT="variabel tanggal"' >> ~/.bashrc contohnya echo ' HISTTIMEFORMAT="%d/%m/%y %T "' >> ~/.bashrc
semnoga berguna 🙂
referensi:
salah satu tips keamanan remote server dengan ssh adalah mencegah direct login dengan root, jadi user akan login dengan user non root baru kemudian akan login menggunakan root, hal ini akan meminimalisir serangan terhadap keamanan dari server kita
persiapan mungkin bisa lihat tulisan ini
disable login root pada ssh
edit file ini saya menggunakan nano nano /etc/ssh/sshd_config cari file ini #PermitRootLogin yes ubah dengan ini PermitRootLogin no restart service /etc/init.d/sshd restart
semoga berguna 🙂
referensi:
untuk merubah lokasi log iptables begini caranya
masuk ke
ubah file ini vi /etc/syslog.conf tambahkan kode ini kern.warning /var/log/iptables.log restart syslogd /etc/init.d/sysklogd restart
semoga berguna 🙂
referensi :